INILAH.COM, Cirebon - Gerakan Pemuda Solidaritas Cirebon (GPSC) Kabupaten Cirebon menggelar Long March menuju Istana Negara. Mereka bertekad menemui Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengadukan soal banyaknya perlintasan rel kereta api yang tak memiliki palang pintu.
Saat dihubungi INILAH.COM melalui sambungan selular, Minggu (14/7/2013), Qorib Magelung Sakti, tokoh masyarakat kabupaten Cirebon yang mengomandoi gerakan tersebut mengaku sudah mencapai Kabupaten Indramayu. Dia yang ditemani sepuluh rekan lainnya, berangkat dari CIrebon, Sabtu sore (13/7/2013). Tak tertinggal bendera merah putih, beberapa spanduk pernyataan sikap dan tuntutan, dan beberapa perbekalan lainnya.
Qorib mengaku tak akan surut dan tetap maju menemui Presiden SBY. Pihaknya akan meminta Presiden SBY segera menginstruksikan Kementerian Perhubungan RI memperhatikan dan langsung memasang ratusan palang pintu perlintasan rel kereta api di sepanjang wilayah Kabupaten Cirebon.
Gerakan tersebut terpaksa dia lakukan akibat tidak ada itikad dari Pemkab Cirebon maupun PT KA Daop III CIrebon. Dua instansi itu malah saling lempar dan tidak mampu merealisasikan pemasangan palang pintu.
"Kami tidak akan pernah berhenti untuk melangkah meski ada beberapa permintaan untuk tidak melanjutkan. Kalau dua intansi yang berwenang tidak mengambil sikap, langkah ini yang harus kami lakukan. Harus tunggu berapa lagi korban yang berjatuhan akibat tidak adanya palang pintu di perlintasan kereta api," tegasnya. [gin]
Anda sedang membaca artikel tentang
Tuntut Palang Pintu KA, Warga Long March Temui SBY
Dengan url
http://seoprimitif.blogspot.com/2013/07/tuntut-palang-pintu-ka-warga-long-march.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Tuntut Palang Pintu KA, Warga Long March Temui SBY
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Tuntut Palang Pintu KA, Warga Long March Temui SBY
sebagai sumbernya
Posting Komentar