INILAHCOM. Minneapolis -- Terlalu sering kita mendengan orang mengaitkan penyakit mental dengan perilaku kejahatan. American Psychological Association menemukan bukti semua itu omong kosong.
"Ketika mendengar tindak kejahatan dilakukan orang-orang berpenyakit mental, kita seolah menuding semua penjahat memiliki masalah mental," ujar Jillian Peterson PhD.
Peterson memimpin penelitian terhadap 429 kejahatan yang dilakukan 143 penjahat dengan tiga jenis utama penyakit mental. Hasilnya, hanya tiga persen tindak kejahatan itu berhubungan langsung dengan gejala depresi berat, empat persen berhubungan dengan gangguan skizofrenia, dan 10 persen berhubungan dengan gangguan bipolar.
Secara keseluruhan, hanya 7,5 persen dari seluruh kejahatan yang diteliti berhubungan langsung dengan gejala penyakit mental pelakunya.
"Jadi, sebagian besar orang berpenyakit mental tidak akan melakukan tindak kriminal, atau tindakan yang membahayakan orang lain," kata Peterson seperti dilansir dailymail.co.uk.
Studi ini melibatkan terdakwa pengadilan kesehatan mental di Minneapolis. Partisipan harus menjalani wawancara dua jam lebih, mencakup wawancara sejarah kejahatan mereka dan simpson kesehatan mental. Seluruh peserta wawancara memiliki sejarah kriminal rat-rata 15 tahun.
Hasil studi, yang akan dipublikasikan APA Journal Law and Human Behavior, ini mungkin yang kali pertama menganalisa hubungan antara kejahatan dan simpson kesehatan mental pelaku selama mereka hidup.[tst]
Anda sedang membaca artikel tentang
Sebagian Besar Penjahat tak Punya Masalah Mental
Dengan url
http://seoprimitif.blogspot.com/2014/04/sebagian-besar-penjahat-tak-punya.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Sebagian Besar Penjahat tak Punya Masalah Mental
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Sebagian Besar Penjahat tak Punya Masalah Mental
sebagai sumbernya
Posting Komentar