Seo Primitif
Seo Primitif Yang memberi Inspirasi dan motivasi Serta informasi kepada sesama Bloggger Mengenai Ilmu SEO

Apa Kabar Mia Audina?


INILAHCOM, Jakarta - Pecinta bulutangkis di era tahun 90-an pasti mengenal sosok Mia Audina. Setelah memutuskan menjadi warga negara Belanda tahun 1999, namanya tak lagi terdengar. Apa kabarnya kini?


Saat masih aktif sebagai pemain bulutangkis, Mia dijuluki 'Si Anak Ajaib'. Julukan tersebut melekat padanya berkat penampilan istimewanya saat final Piala Uber 1994. Saat itu, Mia masih berusia 14 tahun dan menjadi penentu kemenangan tim Uber Indonesia melawan Tiongkok dengan skor 3-2. Ia juga tercatat sebagai pemain bulutangkis termuda yang tampil di Piala Uber.


Saat menghadapi Tiongkok, Mia diturunkan sebagai tunggal ketiga yang turun di pertandingan kelima atau terakhir. Di pertandingan pertama, Susi Susanti berhasil mengalahkan Ye Zhaoying, 11-4 dan 12-10. Indonesia kembali meraih kemenangan di pertandingan kedua setelah ganda Finarsih/Lili Tampi mengandaskan Chen Ying/Wu Yuhong, 15-13 dan 17-16.


Namun, Tiongkok mampu bangkit dan meraih dua kemenangan berikutnya. Yuliani Santoso dikalahkan Hang Jigna, 5-11 dan 5-11. Begitu juga dengan ganda kedua, Eliza Nathanael/Zelin Resiana. Mereka kandas dari Ge Fei/Gu Jun, 10-15 dan 8-15.


Harapan Indonesia ada di pundak pemain berusia 14 tahun, Mia Audina. Sempat menang di set pertama 11-7, Mia kalah 10-12 di set kedua. Di set penentuan, Mia berhasil meraih kemenangan meyakinkan 11-4 atas Zhang Ning.


Setelah itu, Mia langsung didapuk sebagai penerus Susi Susanti, seniornya yang lebih dulu menjadi tunggal putri terbaik Indonesia dan juga dunia. Perempuan kelahiran 22 Agustus 1979 itu kembali berhasil membawa Indonesia menjuarai Piala Uber tahun 1996 sekaligus yang terakhir hingga saat ini.


Di nomor perseorangan, Mia mampu menjuarai Indonesia Terbuka 1998, meraih medali perak Olimpiade 1996, juara Jepang Terbuka 1997. Sayang, di tahun 1999, Mia memutuskan pindah warga negara Belanda mengikuti sang suami, Tylio Lobman, yang merupakan seorang penyanyi gospel asal Suriname berkebangsaan Belanda.


Sejak itu, Mia bertanding di bawah bendera Belanda di turnamen internasional. Meski jarang terekspos, beberapa gelar juara berhasil diraihnya, seperti medali perak Olimpiade Athena 2004, juara Belanda Terbuka 2005, juara Jepang Terbuka 2004, juara Kejuaraan Eropa 2004, dan juara Jerman Terbuka 2002.


Setelah lama menghilang, Mia kemarin muncul di acara ulang tahun PBSI ke-63 sekaligus pelepasan tim Thomas dan Uber Indonesia yang akan bertanding di New Delhi, India, 18-25 Mei mendatang. Diakui Mia, kehadirannya ke Pelatnas bulutangkis Cipayung tidak disengaja.



"Saya baru datang ke Jakarta. Terus diberi kabar katanya ada perayaan ulang tahun PSBI. Makanya saya langsung ke sini. Kangen juga ingin melihat suasana pelatnas. Saya mau keliling melihat asrama dan kamar saya dulu," ujar Mia, kepada INILAHCOM, Senin (5/5/2014).


Mia pun benar-benar menjalankan niatnya untuk melihat suasana pelatnas saat ini. Ia sempat memasuki sebuah kantin dimana atlet biasa makan saat berlatih di pelatnas. Bahkan, di sana Mia menemui sebuah foto yang dibingkai saat dirinya meraih medali perak Olimpiade Atlanta 1996 lalu. Di final, ia dikalahkan Bang Soo-Hyun, 6-11 dan 7-11.


Setelah memutuskan gantung raket tahun 2006 lalu, Mia mengaku tak mengikuti lagi perkembangan bulutangkis, termasuk Indonesia. Ia pun tak berani menjawab ketika ditanya peluang tim Uber Merah Putih.


"Jujur saya tidak pernah mengikuti perkembangan bulutangkis lagi. Saya saja tidak tahu siapa saja pemain Indonesia yang memperkuat tim Uber. Tapi, sepertinya Tiongkok masih menjadi unggulan. Saat ini juga banyak negara yang dulu tak diperhitungkan justru mengalami kemajuan seperti Thailand dan India," katanya.


Setelah pensiun, Mia mengaku ada beberapa tawaran yang datang kepadanya untuk menjadi pelatih. Tidak hanya di Indonesia, tapi di luar negeri.


"Ada (tawaran), beberapa kali. Tapi untuk saat ini saya belum tertarik. Saya masih sibuk bolak-balik Belanda-Indonesia. Tapi tidak menutup kemungkinan juga menjadi pelatih. Apalagi suami saya tak pernah melarang," ia menambahkan.


"Saya juga sibuk menemani suami nyanyi di beberapa negara. Bahkan, karena selalu bepergian, saya memutuskan menunda memiliki momongan meski suami sudah sangat ingin memiliki anak," lanjut Mia tersenyum.


Setelah Mia dan Susi pensiun, Indonesia kesulitan mencari tunggal putri sehebat seniornya itu. Mia sendiri tak tahu pasti apa yang salah dengan lambatnya regenerasi di tim putri Tanah Air.


"Saya juga tidak tahu pasti, karena saya tidak berada di dalam (pengurus PBSI). Kalau dibandingkan Tiongkok, regenerasi kita memang kalah jauh. Sebenarnya zaman sekarang lebih enak dibandingkan saya dulu. Semuanya lebih lengkap," ungkapnya.


"Mungkin belum dapat saja pemain yang bagus. Saya yakin, dengan disiplin dan kerja keras, pasti muncul pebulutangkis hebat yang bisa membawa harum nama Indonesia. Yang terpenting, jangan merasa takut menghadapi siapapun lawannya dan banyak-banyak berdoa," Mia mengakhiri.[yob]


Anda sedang membaca artikel tentang

Apa Kabar Mia Audina?

Dengan url

http://seoprimitif.blogspot.com/2014/05/apa-kabar-mia-audina.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Apa Kabar Mia Audina?

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Apa Kabar Mia Audina?

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Update

Diberdayakan oleh Blogger.