INILAHCOM, Jenewa - Badan Kesehatan Dunia WHO mengungkap, untuk melindungi kesehatan indera pendengaran dianjurkan untuk membatasi diri dalam mendengarkan musik, yakni tidak lebih dari satu jam tiap harinya.
Berdasarkan data WHO setidaknya 1,1 miliar remaja dan anak muda terancam mengalami kerusakan pendengaran secara permanen karena mendengarkan musik terlalu sering dan terlalu keras.
Lebih lanjut bahwa pemutar audio, konser dan bar merupakan ancaman serius. WHO memperkirakan, sekitar 43 juta orang berusia antara 12-35 tahun mengalami kehilangan pendengaran dan angkanya terus bertambah.
"Sangatlah penting untuk menjaga agar volume cukup rendah saat mendengarkan musik. Tetapi membatasi penggunaan peralatan audio personal menjadi kurangd ari sejam per hari akan sangat bermanfaat untuk mengurangi kebisingan yang mengganggu," jelas Dr Etienne Krug, direktur pencegahan cedera WHO kepada BBC.
Dr Krug menambahkan, satu jam pun bisa menjadi terlalu banyak jika volumenya terlalu tinggi. WHO merekomendasikan agar volume dipasang maksimum 60%. [ikh]
Anda sedang membaca artikel tentang
WHO: Terlalu Sering Mendengarkan Musik Berbahaya
Dengan url
http://seoprimitif.blogspot.com/2015/04/who-terlalu-sering-mendengarkan-musik.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
WHO: Terlalu Sering Mendengarkan Musik Berbahaya
namun jangan lupa untuk meletakkan link
WHO: Terlalu Sering Mendengarkan Musik Berbahaya
sebagai sumbernya
Posting Komentar