INILAH.COM, Paris - Karateka Indonesia Christo Mondolu, tampil apik dalam Kejuaraan Dunia Karate Senior 2012 di Prancis. Sayangnya, ia dihentikan juara dunia asal Azerbaijan, Raphael Aghayev, di babak ketiga, Kamis (22/11/12) dinihari WIB.
Pada kejuaraan internasional yang diikuti karateka dari 113 negara itu, Cristo tampil all out hingga mendapat luka sejak menjalani babak pertama menghadapi karateka Rumania Paul Popa.
Meski begitu, karateka yang ikut kejuaraan dunia sejak 2006 ini sanggup bertahan dengan berbalut perban di kepala. Berbekal pengalamannya yang cukup tinggi, ia akhirnya sukses menundukkan karateka Rumania tersebut.
Hal serupa terjadi di babak kedua. Peraih medali emas Sea Games 2011 itu, kembali memenangi pertandingan kontra karateka asal Inggris, Alton Brown, meski harus berkali-kali memperbaiki ikatan perban di kepala lewat bantuan tim medis.
Perjuangan mengejar gelar juara yang diiringi dengan kucuran keringat dan darah, akhirnya terhenti pada babak ketiga, saat menghadapi juara dunia Aghayev.
Walau Christo berusaha mencari celah, ia justru jadi bulan-bulanan sang juara dunia. Apalagi, konsentrasinya memang sudah terganggu karena cedera pelipis kiri yang dialaminya sejak babak pertama. Christo pun menyerah dengan skor telak 0-10.
”Dia bermain sangat luar biasa. Saya benar-benar tidak bisa mengimbangi kecepatan dan variasi teknik yang dimilikinya. Apalagi, kondisi luka saya juga sangat mengganggu,” ujar Christo.
Kendati gagal menjadi juara, Christo mengaku kekalahan kali ini bakal dijadikan pelajaran yang menjadikannya lebih baik di masa mendatang.
”Saya bangga bisa kalah di tangan juara dunia. Jelas, ini pengalaman dan pelajaran berharga bagi karier karate saya. Ini juga menjadi kejadian yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup saya,” tandas Christo.
Sementara itu, karateka Indonesia lainnya, Umar Syarief, juga mengapresiasi penampilan Christo. Dia menilai juniornya sudah menunjukkan kualitasnya sebagai karateka dunia.
“Mungkin kalau lawannya bukan Aghayev, peluang Christo masih terbuka lebar. Jadi, saya salut terhadap Christo. Di sisi lain, saya juga mengapreasiasi Aghayev. Dia itu sebetulnya cedera kaki. Namun, dia tetap mampu menunjukkan kualitas terbaiknya hingga lolos ke final,” kata Umar.
Anda sedang membaca artikel tentang
Gebrakan Karateka Nasional Dihentikan Juara Dunia
Dengan url
http://seoprimitif.blogspot.com/2012/11/gebrakan-karateka-nasional-dihentikan.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Gebrakan Karateka Nasional Dihentikan Juara Dunia
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Gebrakan Karateka Nasional Dihentikan Juara Dunia
sebagai sumbernya
Posting Komentar